Kita ankan membahas Jual Skripsi Online Murah dan ini adalah informasi web jual skripsi terbaik di internet. Kita akan dengan sangat mudah memperoleh contoh skripsi lengkap di web jual skripsi seperti di skripsibagus.com. Website jual skripsi yang satu ini memang sangat terpercaya dan sangat membantu kita dalam mendapatkan skripsi referensi.
Memang benar bahwa setiap penelitian skripsi harus merujuk kepada penelitian skripsi terdahulu. Dari sinilah wesite jual skripsi adalah solusi efektif untuk mendapatkan referensi skripsi anda.
Yang paling utama dalam pemberdayaan website jual skripsi adalah kita harus betul-betul membaca skripsi-skripsi yang anda peroleh tersebut dengan teliti. Tentu saja ini supayakita mampu menyusun skripsi sesempurna mungkin. Demikianlah infor website jual skripsi murah yang semoga bermanfaat buat temen-temen yang sedang dalam tugas menyusun skripsi.
Dengan menemukan atau mengetahui web jual skripsi maka tentu saja sekarang anda bisa dengan sangat mudah dan cepat memiliki Contoh Skripsi Lengkap sesuai jurusan anda.
Kamis, 03 April 2014
Minggu, 29 September 2013
Skripsi Farmasi Pemeriksaan Kadar Pirazinamida Dalam Plasma Darah Pasien Tb Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dengan Fase Gerak Buffer Fosfat Ph 7,4 : Metanol Dan Baku Dalam Nikotinamid
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Pemeriksaan Kadar Pirazinamida Dalam Plasma Darah Pasien Tb Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dengan Fase Gerak Buffer Fosfat Ph 7,4 : Metanol Dan Baku Dalam Nikotinamid. Tuberculosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan adanya infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pirazinamida adalah salah satu obat yang digunakan dalam pengobatan tahap awal untuk aktivitas bakterisidnya.
Metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase balik dengan deteksi ultraviolet dilakukan untuk memeriksa kadar pirazinamida dalam plasma. Nikotinamid digunakan sebagai baku dalam. Obat dideteksi pada panjang gelombang 254 nm. Pemisahan pirazinamida dan nikotinamid dilakukan pada kolom ODS C18. Fase gerak terdiri dari buffer fosfat (pH 7,4) dan metanol (96,8:3,2 v/v) dan dielusi pada laju 0,8 ml/menit. Pirazinamida dan nikotinamid terelusi pada waktu retensi 20,660 menit dan 24,313 menit.
Sedangkan batas deteksi dan batas kuantifikasi berturut-turut adalah 1,4253 mM dan 4,3189 mM. Kalibrasi dan analisis dilakukan berdasarkan pada rasio luas puncak pirazinamida dan nikotinamid. Kurva kalibrasi linier pada jarak konsentrasi 2,4368 - 6,4982 mM dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9725. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, maka kadar pirazinamida dalam plasma darah pasien tuberkulosis adalah sebesar 2,4537 mM.
Metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase balik dengan deteksi ultraviolet dilakukan untuk memeriksa kadar pirazinamida dalam plasma. Nikotinamid digunakan sebagai baku dalam. Obat dideteksi pada panjang gelombang 254 nm. Pemisahan pirazinamida dan nikotinamid dilakukan pada kolom ODS C18. Fase gerak terdiri dari buffer fosfat (pH 7,4) dan metanol (96,8:3,2 v/v) dan dielusi pada laju 0,8 ml/menit. Pirazinamida dan nikotinamid terelusi pada waktu retensi 20,660 menit dan 24,313 menit.
Sedangkan batas deteksi dan batas kuantifikasi berturut-turut adalah 1,4253 mM dan 4,3189 mM. Kalibrasi dan analisis dilakukan berdasarkan pada rasio luas puncak pirazinamida dan nikotinamid. Kurva kalibrasi linier pada jarak konsentrasi 2,4368 - 6,4982 mM dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9725. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, maka kadar pirazinamida dalam plasma darah pasien tuberkulosis adalah sebesar 2,4537 mM.
Skripsi Farmasi Penetapan Kadar Besi Pada Buah Anggur Merah Dan Anggur Hijau (Vitis vinifera) Secara Kolorimetri
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penetapan Kadar Besi Pada Buah Anggur Merah Dan Anggur Hijau (Vitis vinifera) Secara Kolorimetri. Anggur merupakan tumbuhan merambat yang termasuk kedalam keluarga Vitaceae. Buah ini mengandung banyak gizi termasuk besi. Besi merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kurang dari 100 mg perhari. Kekurangan besi akan mengakibatkan anemia, pusing, kurang nafsu makan dan menurunnya kekebalan tubuh.
Penetapan kadar besi dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak dengan pereaksi warna ammonium tiosianat yang diukur pada panjang gelombang maksimum 458 nm. Larutan besi tiosianat memberikan warna merah yang stabil dengan persamaan regresi Y= 0,1778X – 0,0018 dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9998. Dari hasil analisis diperoleh kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau dengan terlebih dahulu dilakukan destruksi basah yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,770 ± 0,08 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,574 ± 0,05 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 3,323 ± 0,02 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,420 ± 0,02 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,689 ±0,015 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,388 ± 0,05 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 2,619 ± 0,018 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,618 ± 0,018 mcg/g. Kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau secara destruksi kering yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,277 ± 0,069 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,279 ± 0,043 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 1,779 ± 0,019 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,361 ± 0,026 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,740 ± 0,025 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,348 ± 0,008 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 1,883 ± 0,078 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,504 ± 0,014 mcg/g.
Penetapan kadar besi dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak dengan pereaksi warna ammonium tiosianat yang diukur pada panjang gelombang maksimum 458 nm. Larutan besi tiosianat memberikan warna merah yang stabil dengan persamaan regresi Y= 0,1778X – 0,0018 dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9998. Dari hasil analisis diperoleh kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau dengan terlebih dahulu dilakukan destruksi basah yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,770 ± 0,08 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,574 ± 0,05 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 3,323 ± 0,02 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,420 ± 0,02 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,689 ±0,015 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,388 ± 0,05 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 2,619 ± 0,018 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,618 ± 0,018 mcg/g. Kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau secara destruksi kering yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,277 ± 0,069 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,279 ± 0,043 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 1,779 ± 0,019 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,361 ± 0,026 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,740 ± 0,025 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,348 ± 0,008 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 1,883 ± 0,078 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,504 ± 0,014 mcg/g.
Skripsi Farmasi Penggunaan Abu Kulit Buah Tanaman Durian (Durio zibethinus L.) Dalam Formula Pewarna Rambut
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penggunaan Abu Kulit Buah Tanaman Durian (Durio zibethinus L.) Dalam Formula Pewarna Rambut. Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) sebagai pewarna rambut. Formula pewarna rambut ini terdiri dari abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.), pirogalol, dan tembaga (II) sulfat dengan berbagai perbandingan, yaitu abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dengan konsentrasi 30%, 35%, 40%, 45%, 50%; pirogalol dengan konsentrasi 1,2%; dan tembaga (II) sulfat 0,98%. Sebagai pelarut digunakan aquades.
Pewarnaan dilakukan dengan cara perendaman sampai 4 jam, setiap 1 kali perendaman lamanya 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dan waktu perendamannya. Abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dapat diformulasikan sebagai pewarna rambut. Penelitian menunjukkan bahwa hasil pewarnaan yang paling gelap diperoleh dari formula C, yaitu warna coklat. Pada uji stabilitas terhadap sinar matahari, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap, sedangkan uji stabilitas terhadap pencucian tidak terjadi perubahan warna setelah 15 kali pencucian dan formula tersebut tidak mengakibatkan iritasi pada kulit.
Pewarnaan dilakukan dengan cara perendaman sampai 4 jam, setiap 1 kali perendaman lamanya 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dan waktu perendamannya. Abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dapat diformulasikan sebagai pewarna rambut. Penelitian menunjukkan bahwa hasil pewarnaan yang paling gelap diperoleh dari formula C, yaitu warna coklat. Pada uji stabilitas terhadap sinar matahari, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap, sedangkan uji stabilitas terhadap pencucian tidak terjadi perubahan warna setelah 15 kali pencucian dan formula tersebut tidak mengakibatkan iritasi pada kulit.
Skripsi Farmasi Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, dan Uji Toksisitas dari Ekstrak Umbi Keladi Tikus (tuber Typhonii) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, dan Uji Toksisitas dari Ekstrak Umbi Keladi Tikus (tuber Typhonii) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Keladi tikus termasuk tumbuhan semak yang banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Tanaman keladi tikus adalah tumbuhan semak sejenis talas dengan tinggi 25 cm hingga 30 cm, menyukai tempat lembab yang tidak terkena sinar matahari langsung. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung.
Berwarna hijau segar. Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Karakterisasi simplisia umbi keladi tikus dilakukan dengan pemeriksaan kadar air, kadar sari yang larut dalam air, kadar sari yang larut dalam etanol, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Ekstrak umbi keladi tikus diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan etanol. Ekstrak umbi keladi tikus diuji terhadap Artemia salina Leach.
Data diolah menggunakan analisis regresi linear untuk memperoleh harga LC50. Pengamatan makroskopik terhadap simplisia umbi keladi tikus (tuber Typhonii) yaitu berwarna coklat muda, kecil-kecil dan berbau khas seperti bau tikus. Pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia menunjukkan adanya hilus, butir pati, dan Ca oksalat. Hasil karakteristik simplisia kadar air 7,99%, kadar sari yang larut dalam air 5,44%, kadar sari larut dalam etanol 16,59%, kadar abu total 3,62%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,43%. Hasil uji aktivitas biologi terhadap ekstrak n-heksan adalah LC50 11,48 μg/ml, ekstrak etilasetat LC50 adalah 30,90 μg/ml, dan ekstrak etanol LC50 adalah 6,31 μg/ml. Semua ekstrak memiliki aktivitas biologi. Menurut Meyer at al., (1982), ekstrak dikatakan memiliki aktivitas biologi bila LC50 < 1000 μg/ml.
Berwarna hijau segar. Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Karakterisasi simplisia umbi keladi tikus dilakukan dengan pemeriksaan kadar air, kadar sari yang larut dalam air, kadar sari yang larut dalam etanol, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Ekstrak umbi keladi tikus diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan etanol. Ekstrak umbi keladi tikus diuji terhadap Artemia salina Leach.
Data diolah menggunakan analisis regresi linear untuk memperoleh harga LC50. Pengamatan makroskopik terhadap simplisia umbi keladi tikus (tuber Typhonii) yaitu berwarna coklat muda, kecil-kecil dan berbau khas seperti bau tikus. Pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia menunjukkan adanya hilus, butir pati, dan Ca oksalat. Hasil karakteristik simplisia kadar air 7,99%, kadar sari yang larut dalam air 5,44%, kadar sari larut dalam etanol 16,59%, kadar abu total 3,62%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,43%. Hasil uji aktivitas biologi terhadap ekstrak n-heksan adalah LC50 11,48 μg/ml, ekstrak etilasetat LC50 adalah 30,90 μg/ml, dan ekstrak etanol LC50 adalah 6,31 μg/ml. Semua ekstrak memiliki aktivitas biologi. Menurut Meyer at al., (1982), ekstrak dikatakan memiliki aktivitas biologi bila LC50 < 1000 μg/ml.
Skripsi Farmasi Pemeriksaan Formalin Pada Bakso Yang Dijual Di Sekolah Dasar Di Kota Medan
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Pemeriksaan Formalin Pada Bakso Yang Dijual Di Sekolah Dasar Di Kota Medan. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk bakso yang mengandung formalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa formalin yang terdapat pada bakso yang dijual di sekolah dasar di kota Medan.
Dua puluh satu sampel yang dianalisis diambil dari dua puluh satu Sekolah Dasar yang tersebar di dua puluh satu kecamatan. Pemeriksaan kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi asam kromatropat menghasilkan perwarnaan violet. Penetapan kadar dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan pereaksi Nash pada panjang gelombang 412 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh sampel positif mengandung formalin. Kadar yang diperoleh berkisar antara 20,71 mcg/g hingga 49,44 mcg/g, dimana kadar yang paling rendah terdapat di SD Negeri 060794 dan kadar yang paling tinggi terdapat di SD Swasta Mardi Lestari. Hasil perolehan kembali yang diperoleh adalah 114,05% dengan batas deteksi sebesar 0,05 mcg/ml dan batas kuantitasi sebesar 0,19 mcg/ml.
Dua puluh satu sampel yang dianalisis diambil dari dua puluh satu Sekolah Dasar yang tersebar di dua puluh satu kecamatan. Pemeriksaan kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi asam kromatropat menghasilkan perwarnaan violet. Penetapan kadar dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan pereaksi Nash pada panjang gelombang 412 nm.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh sampel positif mengandung formalin. Kadar yang diperoleh berkisar antara 20,71 mcg/g hingga 49,44 mcg/g, dimana kadar yang paling rendah terdapat di SD Negeri 060794 dan kadar yang paling tinggi terdapat di SD Swasta Mardi Lestari. Hasil perolehan kembali yang diperoleh adalah 114,05% dengan batas deteksi sebesar 0,05 mcg/ml dan batas kuantitasi sebesar 0,19 mcg/ml.
Skripsi Farmasi Penetapan Kadar Akrilamida pada Keripik Singkong yang Berasal dari Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Medan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)
Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penetapan Kadar Akrilamida pada Keripik Singkong yang Berasal dari Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Medan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Akrilamida merupakan suatu senyawa toksik yang ditemukan dalam beragam jenis makanan yang kaya karbohidrat yang dimasak pada suhu yang tinggi dan waktu yang lama.
Salah satu jenis makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia adalah keripik singkong. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar akrilamida dalam keripik singkong yang terdapat di kota Medan. Untuk mengkaji hal ini, maka dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa sampel keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mewakili keripik singkong yang berada di kota Medan.
Kadar akrilamida dianalisa dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase balik menggunakan kolom Shim-Pack VP_ODS (4,6 x 250 nm), perbandingan fase gerak asetonitril dan asam fosfat 21,7 mM (5:95), laju alir 1 ml/menit dan detektor uv pada panjang gelombang 230 nm. Validasi metode menunjukkan bahwa prosedur penelitian yang dilakukan memiliki akurasi dan presisi yang baik yakni dengan persen perolehan kembali 115,78% (RSD = 1,41%). Sedangkan batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 0,21 mcg/ml dan 0,69 mcg/ml. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar tradisional yaitu sebesar 1900-5500 mcg/kg sampel dan jauh lebih besar dari kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan yaitu sebesar 850-1300 mcg/kg sampel.
Salah satu jenis makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia adalah keripik singkong. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar akrilamida dalam keripik singkong yang terdapat di kota Medan. Untuk mengkaji hal ini, maka dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa sampel keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mewakili keripik singkong yang berada di kota Medan.
Kadar akrilamida dianalisa dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase balik menggunakan kolom Shim-Pack VP_ODS (4,6 x 250 nm), perbandingan fase gerak asetonitril dan asam fosfat 21,7 mM (5:95), laju alir 1 ml/menit dan detektor uv pada panjang gelombang 230 nm. Validasi metode menunjukkan bahwa prosedur penelitian yang dilakukan memiliki akurasi dan presisi yang baik yakni dengan persen perolehan kembali 115,78% (RSD = 1,41%). Sedangkan batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 0,21 mcg/ml dan 0,69 mcg/ml. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar tradisional yaitu sebesar 1900-5500 mcg/kg sampel dan jauh lebih besar dari kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan yaitu sebesar 850-1300 mcg/kg sampel.
Langganan:
Postingan (Atom)
