Senin, 10 November 2014

Contoh judul skripsi farmasi yang mudah dikerjakan

Sekarang saya membahas kumpulan contoh judul skripsi farmasi yang mudah dikerjakan oleh para mahasiswa jurusan farmasi yang sedang dalam masa skripsi.

Saya tahu,  dan Anda pun tahu bahwa mengenai sulit atau tidak sulit dalam menyelesaikan skripsi sepenuhnya begantung pada individu masing-masing mahasiswa. Jadi jika seandainya sebuah skripsi farmasi itu sulit, maka belum tentu sulit oleh mahasiswa lainnya.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya coba contohkan saja beberapa contoh judul skripsi farmasi yang muda.

Contoh Judul Skripsi farmasi yang Mudah

Di bawah ini adalah beberapa contoh judul skripsi farmasi yang meneurut yang saya mudah dikerjakan. Silahkan Anda gunakan judul ini untuk judul skripsi atau proposal skripsi Anda jika mau. 
  1. Karakterisasi dan profil disolusi atenolol dari matriks kompleks poliion
  2. Karakterisasi sediaan granul mengapung dengan sistem
  3. Optimasi analisis untuk memisahkan aztreonam
  4. Optimasi derivatisasi glukosamin hidroklorida
  5. Pembuatan dan uji sitotoksisitas nanopartikel emas
Sekali lagi itu hanya 5 contoh judul skripsi farmasi yang saya anggap sangat mudah dikerjakan.

Trik Cara Mendapatkan Kumpulan Contoh Skripsi farmasi Lengkap

Bagaimana mendapatkan kumpulan contoh skripsi farmasi lengkap dalam jumlah yang banyak?... Jawabannya adalah dengan memesan paket kumpulan skripsi farmasi lengkap di SkripsiBAGUS.com ini dengan cara mengirim SMS order dan melakukan pembayaran.

Anda memang benar... dengan memiliki paket kumpulan skripsi farmasi Anda akan lebih mudah dalam menyusun skripsi atau proposal skripsi farmasi.

Panduan lengkap cara menyusun skripsi farmasi

Berikut saya infokan Panduan lengkap cara menyusun skripsi farmasi yang langsung bisa diterapkan sehinggan kita mudah dalam menyusun skripsi dan proposal skripsi farmasi.

Berdasarkan pengalaman,  kalau kita menjalankan Panduan cara menyusun skripsi farmasi ini saya percaya siapa saja akan mampu mnyelesaikan skripsi dengan sangat cepat, mudah, dan berkualitas.

Inilah panduan cara menyusun skripsi farmasi

Langkah pertama sebelum menentukan judul proposal skripsi mahasiswa diharuskan sudah memiliki kumpulan skripsi farmasi dalam jumlah yang cukup. Semakin banyak semakin baik. Ini saya tekankan untuk agar kita terlebih dahulu mengetahui bagaimana seluk-beluk skripsi farmasi itu.

Dengan cara ini kita pasti lebih tahu gimana sebenarnya teknik analisis data yang biasanya diterapkan dalam setiap skripsi farmasi.

Tujuan penting yang tidak boleh terlewatkan yaitu kita bisa menemukan di antara kumpulan skripsi farmasi yang kita miliki itu skripsi farmasi yang paling baik dan layak untuk diambil sebagai judul penelitian skripsi temen-temen.

Judul skripsi farmasi yang paling bagus

Maka yang saya artikan sebagai skripsi farmasi dengan judul yang paling mudah dan bagus adalah skripsi farmasi yang judulnya sesuai dengan realita saat ini, materi pembahasannya mudah Anda pahami, serta metode analisis datanya mudah Anda kuasai.

Dengan trik pengerjaan semacam ini Anda pasti mampu menyelesaikan skripsi secara lebih cepat. Di samping mempunyai skripsi sebagai pegangan dengan judul yang sama sehingga kita tinggal meng-kopi jika membutuhkan konten tertentu atau secara keseluruhan, kita juga sudah memperkirakan bakalan lari kemana penelitian skripsi farmasi yang Anda lakukan ini.

Secara keseluruhan,... kunci penting pengerjaan skripsi farmasi adalah Anda memiliki kumpulan skripsi farmasi dalam jumlah yang banyak.

Kamis, 03 April 2014

Jual Skripsi Online Murah

Kita ankan membahas Jual Skripsi Online Murah dan ini adalah informasi web jual skripsi terbaik di internet. Kita akan dengan sangat mudah memperoleh contoh skripsi lengkap di web jual skripsi seperti di skripsibagus.com. Website jual skripsi yang satu ini memang sangat terpercaya dan sangat membantu kita dalam mendapatkan skripsi referensi.

Memang benar bahwa setiap penelitian skripsi harus merujuk kepada penelitian skripsi terdahulu. Dari sinilah wesite jual skripsi adalah solusi efektif untuk mendapatkan referensi skripsi anda.

Yang paling utama dalam pemberdayaan website jual skripsi adalah kita harus betul-betul membaca skripsi-skripsi yang anda peroleh tersebut dengan teliti. Tentu saja ini supayakita mampu menyusun skripsi sesempurna mungkin. Demikianlah infor  website jual skripsi murah yang semoga bermanfaat buat temen-temen yang sedang dalam tugas menyusun skripsi.

Dengan menemukan atau mengetahui web jual skripsi maka tentu saja sekarang anda bisa dengan sangat mudah dan cepat memiliki Contoh Skripsi Lengkap sesuai jurusan anda.

Minggu, 29 September 2013

Skripsi Farmasi Pemeriksaan Kadar Pirazinamida Dalam Plasma Darah Pasien Tb Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dengan Fase Gerak Buffer Fosfat Ph 7,4 : Metanol Dan Baku Dalam Nikotinamid

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Pemeriksaan Kadar Pirazinamida Dalam Plasma Darah Pasien Tb Menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dengan Fase Gerak Buffer Fosfat Ph 7,4 : Metanol Dan Baku Dalam Nikotinamid. Tuberculosis merupakan suatu penyakit yang disebabkan adanya infeksi oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pirazinamida adalah salah satu obat yang digunakan dalam pengobatan tahap awal untuk aktivitas bakterisidnya.

Metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) fase balik dengan deteksi ultraviolet dilakukan untuk memeriksa kadar pirazinamida dalam plasma. Nikotinamid digunakan sebagai baku dalam. Obat dideteksi pada panjang gelombang 254 nm. Pemisahan pirazinamida dan nikotinamid dilakukan pada kolom ODS C18. Fase gerak terdiri dari buffer fosfat (pH 7,4) dan metanol (96,8:3,2 v/v) dan dielusi pada laju 0,8 ml/menit. Pirazinamida dan nikotinamid terelusi pada waktu retensi 20,660 menit dan 24,313 menit.

Sedangkan batas deteksi dan batas kuantifikasi berturut-turut adalah 1,4253 mM dan 4,3189 mM. Kalibrasi dan analisis dilakukan berdasarkan pada rasio luas puncak pirazinamida dan nikotinamid. Kurva kalibrasi linier pada jarak konsentrasi 2,4368 - 6,4982 mM dengan koefisien korelasi (r) yaitu 0,9725. Berdasarkan hasil pemeriksaan ini, maka kadar pirazinamida dalam plasma darah pasien tuberkulosis adalah sebesar 2,4537 mM.

Skripsi Farmasi Penetapan Kadar Besi Pada Buah Anggur Merah Dan Anggur Hijau (Vitis vinifera) Secara Kolorimetri

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penetapan Kadar Besi Pada Buah Anggur Merah Dan Anggur Hijau (Vitis vinifera) Secara Kolorimetri. Anggur merupakan tumbuhan merambat yang termasuk kedalam keluarga Vitaceae. Buah ini mengandung banyak gizi termasuk besi. Besi merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kurang dari 100 mg perhari. Kekurangan besi akan mengakibatkan anemia, pusing, kurang nafsu makan dan menurunnya kekebalan tubuh.

Penetapan kadar besi dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak dengan pereaksi warna ammonium tiosianat yang diukur pada panjang gelombang maksimum 458 nm. Larutan besi tiosianat memberikan warna merah yang stabil dengan persamaan regresi Y= 0,1778X – 0,0018 dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,9998. Dari hasil analisis diperoleh kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau dengan terlebih dahulu dilakukan destruksi basah yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,770 ± 0,08 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,574 ± 0,05 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 3,323 ± 0,02 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,420 ± 0,02 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,689 ±0,015 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,388 ± 0,05 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 2,619 ± 0,018 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,618 ± 0,018 mcg/g. Kadar besi pada buah anggur merah dan anggur hijau secara destruksi kering yaitu : anggur merah berbiji tanpa dikupas = 2,277 ± 0,069 mcg/g, anggur hijau berbiji tanpa dikupas = 2,279 ± 0,043 mcg/g, anggur merah tanpa biji yang dikupas = 1,779 ± 0,019 mcg/g, anggur hijau tanpa biji yang dikupas = 2,361 ± 0,026 mcg/g, anggur merah tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,740 ± 0,025 mcg/g, anggur hijau tanpa biji dan tanpa dikupas = 2,348 ± 0,008 mcg/g, anggur merah berbiji yang dikupas = 1,883 ± 0,078 mcg/g, anggur hijau berbiji yang dikupas = 2,504 ± 0,014 mcg/g.

Skripsi Farmasi Penggunaan Abu Kulit Buah Tanaman Durian (Durio zibethinus L.) Dalam Formula Pewarna Rambut

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penggunaan Abu Kulit Buah Tanaman Durian (Durio zibethinus L.) Dalam Formula Pewarna Rambut. Telah dilakukan penelitian tentang penggunaan abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) sebagai pewarna rambut. Formula pewarna rambut ini terdiri dari abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.), pirogalol, dan tembaga (II) sulfat dengan berbagai perbandingan, yaitu abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dengan konsentrasi 30%, 35%, 40%, 45%, 50%; pirogalol dengan konsentrasi 1,2%; dan tembaga (II) sulfat 0,98%. Sebagai pelarut digunakan aquades.

Pewarnaan dilakukan dengan cara perendaman sampai 4 jam, setiap 1 kali perendaman lamanya 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dipengaruhi oleh konsentrasi abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dan waktu perendamannya. Abu kulit buah durian (Durio zibethinus L.) dapat diformulasikan sebagai pewarna rambut. Penelitian menunjukkan bahwa hasil pewarnaan yang paling gelap diperoleh dari formula C, yaitu warna coklat. Pada uji stabilitas terhadap sinar matahari, hasilnya menunjukkan bahwa terjadi perubahan warna menjadi lebih gelap, sedangkan uji stabilitas terhadap pencucian tidak terjadi perubahan warna setelah 15 kali pencucian dan formula tersebut tidak mengakibatkan iritasi pada kulit.

Skripsi Farmasi Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, dan Uji Toksisitas dari Ekstrak Umbi Keladi Tikus (tuber Typhonii) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST)

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Karakterisasi Simplisia, Skrining Fitokimia, dan Uji Toksisitas dari Ekstrak Umbi Keladi Tikus (tuber Typhonii) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BST). Keladi tikus termasuk tumbuhan semak yang banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Tanaman keladi tikus adalah tumbuhan semak sejenis talas dengan tinggi 25 cm hingga 30 cm, menyukai tempat lembab yang tidak terkena sinar matahari langsung. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung.

Berwarna hijau segar. Umbi berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Karakterisasi simplisia umbi keladi tikus dilakukan dengan pemeriksaan kadar air, kadar sari yang larut dalam air, kadar sari yang larut dalam etanol, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut dalam asam. Ekstrak umbi keladi tikus diperoleh secara perkolasi dengan menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan etanol. Ekstrak umbi keladi tikus diuji terhadap Artemia salina Leach.

Data diolah menggunakan analisis regresi linear untuk memperoleh harga LC50. Pengamatan makroskopik terhadap simplisia umbi keladi tikus (tuber Typhonii) yaitu berwarna coklat muda, kecil-kecil dan berbau khas seperti bau tikus. Pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia menunjukkan adanya hilus, butir pati, dan Ca oksalat. Hasil karakteristik simplisia kadar air 7,99%, kadar sari yang larut dalam air 5,44%, kadar sari larut dalam etanol 16,59%, kadar abu total 3,62%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,43%. Hasil uji aktivitas biologi terhadap ekstrak n-heksan adalah LC50 11,48 μg/ml, ekstrak etilasetat LC50 adalah 30,90 μg/ml, dan ekstrak etanol LC50 adalah 6,31 μg/ml. Semua ekstrak memiliki aktivitas biologi. Menurut Meyer at al., (1982), ekstrak dikatakan memiliki aktivitas biologi bila LC50 < 1000 μg/ml.

Skripsi Farmasi Pemeriksaan Formalin Pada Bakso Yang Dijual Di Sekolah Dasar Di Kota Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Pemeriksaan Formalin Pada Bakso Yang Dijual Di Sekolah Dasar Di Kota Medan. Penggunaan formalin sudah dilarang dalam makanan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 1168 tahun 1999, tetapi kenyataannya masih banyak makanan termasuk bakso yang mengandung formalin. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa formalin yang terdapat pada bakso yang dijual di sekolah dasar di kota Medan.

Dua puluh satu sampel yang dianalisis diambil dari dua puluh satu Sekolah Dasar yang tersebar di dua puluh satu kecamatan. Pemeriksaan kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi asam kromatropat menghasilkan perwarnaan violet. Penetapan kadar dilakukan secara spektrofotometri sinar tampak menggunakan pereaksi Nash pada panjang gelombang 412 nm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuh sampel positif mengandung formalin. Kadar yang diperoleh berkisar antara 20,71 mcg/g hingga 49,44 mcg/g, dimana kadar yang paling rendah terdapat di SD Negeri 060794 dan kadar yang paling tinggi terdapat di SD Swasta Mardi Lestari. Hasil perolehan kembali yang diperoleh adalah 114,05% dengan batas deteksi sebesar 0,05 mcg/ml dan batas kuantitasi sebesar 0,19 mcg/ml.

Skripsi Farmasi Penetapan Kadar Akrilamida pada Keripik Singkong yang Berasal dari Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Medan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT)

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penetapan Kadar Akrilamida pada Keripik Singkong yang Berasal dari Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional di Kota Medan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Akrilamida merupakan suatu senyawa toksik yang ditemukan dalam beragam jenis makanan yang kaya karbohidrat yang dimasak pada suhu yang tinggi dan waktu yang lama.

Salah satu jenis makanan ringan yang mengandung karbohidrat dan banyak digemari oleh masyarakat di Indonesia adalah keripik singkong. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar akrilamida dalam keripik singkong yang terdapat di kota Medan. Untuk mengkaji hal ini, maka dilakukan penelitian dengan mengambil beberapa sampel keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan dan pasar tradisional untuk mewakili keripik singkong yang berada di kota Medan.

Kadar akrilamida dianalisa dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) fase balik menggunakan kolom Shim-Pack VP_ODS (4,6 x 250 nm), perbandingan fase gerak asetonitril dan asam fosfat 21,7 mM (5:95), laju alir 1 ml/menit dan detektor uv pada panjang gelombang 230 nm. Validasi metode menunjukkan bahwa prosedur penelitian yang dilakukan memiliki akurasi dan presisi yang baik yakni dengan persen perolehan kembali 115,78% (RSD = 1,41%). Sedangkan batas deteksi dan batas kuantitasi berturut-turut adalah 0,21 mcg/ml dan 0,69 mcg/ml. Dari hasil penelitian, disimpulkan bahwa kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar tradisional yaitu sebesar 1900-5500 mcg/kg sampel dan jauh lebih besar dari kadar akrilamida dalam keripik singkong yang berasal dari pasar swalayan yaitu sebesar 850-1300 mcg/kg sampel.

Skripsi Farmasi Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Alkaloid Dari Umbi Bawang Sabrang (Eleutherinae bulbus)

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Isolasi Dan Karakterisasi Senyawa Alkaloid Dari Umbi Bawang Sabrang (Eleutherinae bulbus). Tumbuhan bawang sabrang (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) merupakan salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk pengobatan sembelit, disuria, radang usus, disentri, luka, bisul, peluruh muntah, penyakit kuning, kanker payudara, diabetes melitus, hipertensi, menurunkan kolesterol, antimelanogenesis dan sebagai antioksidan. Salah satu kandungan kimia dari umbi bawang sabrang yaitu alkaloid.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengekstraksi dan mengisolasi senyawa alkaloid dari umbi bawang sabrang dan melakukan karakterisasi isolat dengan spektrofotometer ultraviolet (UV) dan inframerah (IR). Serbuk simplisia dikarakterisasi dan diskrining fitokimia kemudian diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 80% yang dilanjutkan dengan prosedur pengocokan asam basa. Ekstrak alkaloid kasar dianalisa secara KLT dengan fase gerak kloroform-metanol-amonia, toluen-etilasetat, benzen-etilasetat dengan beberapa perbandingan, sebagai penampak bercak digunakan pereaksi Bouchardat. Selanjutnya dilakukan pemisahan dengan KLT preparatif menggunakan fase gerak toluen-etilasetat (9:1).

Kemudian isolat dikarakterisasi dengan spektrofotometer UV dan IR. Hasil makroskopik umbi bawang sabrang segar adalah berbentuk bulat telur memanjang, berwarna merah, tidak berbau serta berasa pahit. Umbi lapis terdiri dari 5-6 lapisan, dan panjang umbi 4-5 cm dan diameter 1-3 cm. Hasil mikroskopik serbuk simplisia umbi bawang sabrang dijumpai adanya kristal Ca-oksalat, parenkim, xylem dengan penebalan dinding sel berupa tangga (skalariform) dan butir amilum. Hasil penetapan kadar air diperoleh 8, 98%, kadar sari yang larut dalam air 8,03%, kadar sari yang larut dalam etanol 9,63%, kadar abu total 4,32%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,84%. Hasil skrining fitokimia diperoleh senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid/triterpenoid, glikosida, glikosida antrakinon, dan saponin. Hasil isolasi dari ekstrak alkaloid kasar diperoleh dua isolat murni yaitu isolat A (Rf 0,51) dan isolat B (Rf 0,57). Isolat A memberikan absorbansi maksimum pada panjang gelombang 270 nm, dan isolat B 271 nm. Hasil spektrofotometri inframerah menunjukkan adanya gugus C-H alifatis, CH2, C=O, C=C, C-N, C-O (isolat A) dan gugus C-H alifatis, CH2, CH3, C=C, C-N dan C-O (isolat B).

Skripsi Farmasi Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Buah Tanaman Sawo (Achras zapota L.) Terhadap Mencit Jantan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Uji Efek Antidiare Ekstrak Etanol Buah Tanaman Sawo (Achras zapota L.) Terhadap Mencit Jantan. Tanaman sawo (Achras zapota L.) merupakan tumbuhan tropis yang cukup luas penyebarannya di Indonesia. Getah dari buah atau buah sawo yang masih muda sering digunakan masyarakat untuk mengatasi diare. Khasiatnya sebagai antidiare ini diduga karena adanya kandungan tanin dalam jumlah yang cukup besar pada buah sawo yang masih muda.

Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi simplisia terhadap kadar air, kadar abu total, kadar abu yang tidak larut dalam asam, kadar sari yang larut dalam etanol, kadar sari yang larut dalam air. Skrining fitokimia dilakukan untuk mengetahui adanya senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, steroid/triterpenoid dan tanin pada buah sawo muda. Pengujian efek antidiare ekstrak etanol buah sawo terhadap mencit jantan dilakukan dengan metode induksi minyak jarak.

Ekstrak etanol buah sawo diberikan secara oral dengan dosis 1 g, 2 g, dan 2,5 g/ kg BB. Pengamatan meliputi jumlah mencit diare, konsistensi feses, frekuensi defekasi, bobot feses, serta jangka waktu terjadinya diare. Respon yang terjadi pada tiap mencit diamati selama 6 jam selang waktu 30 menit. Pemeriksaan simplisia buah sawo menghasilkan kadar air 15,33%, kadar abu total 1,89%, kadar abu yang tidak larut asam 0,95%, kadar sari yang larut dalam etanol 37,45%, kadar sari yang larut dalam air 38,01%. Hasil skrining fitokimia simplisia buah sawo menunjukkan adanya flavonoid, glikosida, dan tanin. Hasil pengujian efek antidiare ekstrak etanol buah sawo pada dosis 2,5 g/kg BB sebanding dengan Loperamid HCl 2 mg/kg BB.

Skripsi Farmasi Analisis Cemaran Timbal, Kadmium Dan Seng Dalam Sawi (Brassica chinensis L.) Yang Ditanam Di Sekitar Kawasan Industri Medan-Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Analisis Cemaran Timbal, Kadmium Dan Seng Dalam Sawi (Brassica chinensis L.) Yang Ditanam Di Sekitar Kawasan Industri Medan-Belawan Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Sawi merupakan jenis sayuran yang banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Sayuran ini banyak mengandung vitamin dan mineral. Tanaman khususnya sayuran, merupakan mediator penyerapan logam. Sayuran yang ditanam di sekitar industri baja akan tercemar logam timbal, kadmium dan seng.

Penetapan kadar untuk logam kadmium dan seng dilakukan dengan cara spektrofotometri serapan atom nyala asetilen-udara sedangkan logam timbal dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom cara graphite furnace. Analisis kualitatif timbal, kadmium dan seng dilakukan dengan pereaksi dithizon 0,005% b/v dalam suasana pH yang berbeda-beda. Uji memberikan hasil yang positif untuk timbal, kadmium dan seng pada kedua sampel. Analisis kuantitatif timbal, kadmium dan seng dilakukan dengan spektrofotometri serapan atom masing-masing pada panjang gelombang 217,0 nm; 228,8 nm dan 213,9 nm.

Hasil pada sawi segar menunjukkan kadar rata-rata timbal adalah 0,1155 ± 0,0045 mg/kg, kadar rata-rata kadmium adalah 0,2100 ± 0,0053 mg/kg dan kadar rata-rata seng adalah 2,8039 ± 0,0551 mg/kg. Sedangkan pada sawi rebus menunjukkan kadar rata-rata timbal adalah 0,0959 ± 0,0021 mg/kg, kadar rata-rata kadmium adalah 0,1383 ± 0,0070 mg/kg dan kadar rata-rata seng adalah 2,1105 ± 0,0837 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sawi telah tercemar logam timbal, kadmium dan seng, dan sawi segar untuk logam kadmium yaitu 0,2100 ± 0,0053 mg/kg telah melewati ambang batas dari yang telah ditetapkan oleh WHO yaitu 0,2000 mg/kg, sedangkan perebusan menurunkan kadar ketiga logam tersebut.

Skripsi Farmasi Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana, Etilasetat Dan Etanol Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Penyakit Kulit Secara In Vitro

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksana, Etilasetat Dan Etanol Daun Kecapi (Sandoricum koetjape Merr.) Terhadap Beberapa Bakteri Penyebab Penyakit Kulit Secara In Vitro. Telah dilakukan penelitian mikrobiologi terhadap uji aktivitas antibakteri dari fraksi n-heksana, etilasetat dan etanol terhadap beberapa bakteri penyebab penyakit kulit dari daun kecapi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis, Streptococcus viridans, Pseudomonas aeruginosa dan Citrobacter diversus. Fraksi n-heksana, etilasetat dan etanol diperoleh dengan metode maserasi menggunakan n-heksana lalu etilasetat dan terakhir dengan etanol 96%.

Uji aktivitas secara in-vitro dilakukan dalam berbagai konsentrasi dengan metode difusi agar dengan pencetak lubang (Punch hole) menggunakan media Mueller Hinton Agar. Sebagai ukuran aktivitas diukur daerah hambatan pertumbuhan bakteri. Hasil uji aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa pengujian dengan menggunakan fraksi n-heksana daun kecapi tidak memberikan batas daerah hambat yang efektif terhadap keempat bakteri, dilanjutkan dengan menggunakan fraksi etilasetat daun kecapi memberikan batas daerah hambat yang efektif terhadap ketiga bakteri Staphylococcus epidermidis, Streptococcus viridans dan Citrobacter diversus dengan konsentrasi berbeda sedang untuk Pseudomonas aeruginosa tidak memberikan batas daerah hambat yang efektif. Terakhir dengan menggunakan fraksi etanol memberikan batas daerah hambat yang efektif terhadap keempat bakteri dengan konsentrasi yang berbeda. Dari hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi etanol yang paling efektif terhadap keempat bakteri yang diuji Staphylococcus epidermidis, Streptococcus viridans, Pseudomonas aeruginosa, Citrobacter diversus).

Skripsi Farmasi Penetapan Kadar Rifampisin dan Isoniazid dalam Sediaan Tablet Secara Multikomponen dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Penetapan Kadar Rifampisin dan Isoniazid dalam Sediaan Tablet Secara Multikomponen dengan Metode Spektrofotometri Ultraviolet. TBC merupakan penyakit infeksi yang paling mematikan dan penyebab kematian nomor dua setelah penyakit jantung. Jumlah penderita TBC di Indonesia sebanyak 583.000 orang, Cina 2 juta dan India 1,5 juta.

Tablet kombinasi rifampisin dan isoniazid merupakan salah satu sediaan obat yang sering digunakan dalam pengobatan TBC. Tujuan penelitian ini adalah menetapkan kadar rifampisin dan isoniazid dalam sediaan tablet yang beredar di pasaran secara spektrofotometri ultraviolet. Penetapan kadar rifampisin dan isoniazid dalam sediaan tablet dilakukan dengan metode spektrofotometri ultraviolet secara multikomponen menggunakan pelarut asam klorida 0,1 N pada panjang gelombang 230 nm dan 266 nm.

Diukur validitasnya berdasarkan parameter akurasi (metode penambahan baku) dan presisi. Rifampisin dan isoniazid baku (PT. Indofarma) sebelum digunakan terlebih dahulu diidentifikasi menggunakan spektrofotometer FTIR. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa baku yang ditentukan adalah rifampisin dan isoniazid. Dari hasil penelitian diperoleh kadar rifampisin yaitu campuran baku (PT. Indofarma) 100,73% ± 0,07%, tablet generik (PT. Indofarma) 100,19% ± 0,21%, tablet Rimactazid® (PT. Sandoz) 101,13% ± 0,23%, sedangkan kadar isoniazid yaitu campuran baku (PT. Indofarma) 99,48% ± 0,07%, tablet generik (PT. Indofarma) 100,63% ± 0,25%, tablet Rimactazid® (PT. Sandoz) 98,96% ± 0,30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar rifampisin dan isoniazid dalam sediaan tablet yang diteliti memenuhi persyaratan tablet menurut The United States Pharmacopeia 30 yaitu tidak kurang dari 90% dan tidak lebih dari 110% dari jumlah yang tertera pada etiket.

Skripsi Farmasi Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri di PT. Kimia Farma Plant Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri di PT. Kimia Farma Plant Medan. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional. Industri farmasi yang ada di Indonesia juga memiliki peranan yang cukup penting dalam pembangunan kesehatan, terutama dalam hal penyediaan obat-obatan. Industri farmasi merupakan salah satu tempat dimana apoteker melakukan pekerjaan kefarmasian. Kemampuan seorang apoteker dalam mengelola industri farmasi merupakan faktor yang sangat penting untuk keberhasilan industri.

Kedudukan apoteker diatur oleh peraturan pemerintah yang dituangkan dalam pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), yaitu apoteker berperan sebagai penaggung jawab produksi dan pengendali mutu. Untuk menghasilkan sediaan obat jadi yang tetap memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaanya, maka setiap industri farmasi wajib menerapkan CPOB dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan produksi Praktek kerja profesi di industri farmasi merupakan salah satu bagian dari Latihan Kerja Profesi pada Program Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi USU.

Dalam pelaksanaan Latihan Kerja Profesi di Industri, Fakultas Farmasi bekerja sama dengan PT. Kimia Farma (Pesero) Tbk. Plant Medan yang berlokasi di Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 9 sebagai salah satu industri farmasi di Indonesia.

Skripsi Farmasi Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di RSUP H. Adam Malik Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di RSUP H. Adam Malik Medan. Telah selesai dilakukan Praktek Kerja Profesi (PKP) farmasi rumah sakit di Rumah Sakit Pusat Haji Adam Malik Medan. PKP ini bertujuan untuk memberikan pembekalan, keahlian dan keterampilan kepada calon apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi di rumah sakit dan melihat secara langsung peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit.

Praktek Kerja Profesi ini dilaksanakan pada tanggal 20 Mei s/d 21 Juni 2010 dengan jumlah jam efektif 7 jam per hari. Kegiatan PKP di rumah sakit meliputi: mengetahui fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat, mengetahui peran Instalasi Farmasi Rumah Sakit dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit, melihat peran apoteker dalam mengelola perbekalan farmasi mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat kepada pasien serta pelayanan kefarmasian yang berorientasi kepada pasien, melakukan peninjauan ke depo-depo farmasi dan apotek untuk melihat sistem distribusi obat dan perbekalan kesehatan kepada pasien di rumah sakit, melakukan visite ke Ruang Inap Terpadu (Rindu) B-2 untuk melihat rasionalitas penggunaan obat di ruangan tersebut, dan melaksanakan Pelayanan Informasi Obat kepada pasien rawat jalan dan melihat pencampuran obat kemoterapi secara aseptis. Selain itu juga melakukan peninjauan ke Instalasi Central Sterile Supply Department (CSSD) untuk melihat sistem sterilisasi di RSUP. H. Adam Malik Medan dalam rangka penurunan angka infeksi nosokomial dan melihat sistem distribusi gas medis mulai dari perencanaan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian untuk pasien yang membutuhkan di RSUP H. Adam Malik Medan.

Skripsi Farmasi Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Rumah Sakit Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan. Telah dilakukan Praktek Kerja Profesi (PKP) Farmasi Rumah Sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan. PKP ini dilaksanakan agar calon apoteker memperoleh perbekalan, keterampilan dan keahlian dalam mengelola perbekalan farmasi dirumah sakit dan melihat secara langsung peran serta apoteker dalam pelayanan kefarmasian di rumah sakit.

PKP ini dilaksanakan pada tanggal 4 Februari – 4 Maret 2009. Kegiatan PKP yang dilaksanakan di rumah sakit meliputi : mempelajari fungsi dan tugas rumah sakit dalam pelayanan kesehatan masyarakat, mempelajari sistematika kerja Instalasi Farmasi Rumah Sakit, mempelajari sistem pendistribusian perbekalan farmasi di rumah sakit (pelayanan rawat inap, rawat jalan, Askes, Jamkesmas, Medan Sehat dan lain-lain), perlengkapan perbekalan farmasi (pengadaan, penyimpanan, produksi), pengelolaan keuangan dan administrasi serta melakukan pelayanan farmasi klinis seperti Pemberian Informasi Obat (PIO) di unit rawat jalan dan rawat inap, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) mengenai cara penggunaan obat yang baik, monitoring efek samping obat dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam berobat. Selain itu juga melakukan pengkajian rasionalisasi penggunaan obat dengan indikasi penyakit melalui studi kasus. Melakukan peninjauan ke Central Sterilized Supply Department (CSSD) untuk melihat sistem sterilisasi di rumah sakit.

Skripsi Farmasi Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri di PT. Kimia Farma Plant Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Laporan Praktik Kerja Profesi Farmasi Industri di PT. Kimia Farma Plant Medan. Pembangunan kesehatan merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional. Industri farmasi yang ada di Indonesia juga memiliki peranan yang cukup penting dalam pembangunan kesehatan, terutama dalam hal penyediaan obat-obatan. Industri farmasi merupakan salah satu tempat dimana apoteker melakukan pekerjaan kefarmasian. Kemampuan seorang apoteker dalam mengelola industri farmasi merupakan faktor yang sangat penting untuk keberhasilan industri.

Kedudukan apoteker diatur oleh peraturan pemerintah yang dituangkan dalam pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), yaitu apoteker berperan sebagai penaggung jawab produksi dan pengendali mutu. Untuk menghasilkan sediaan obat jadi yang tetap memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan penggunaanya, maka setiap industri farmasi wajib menerapkan CPOB dalam seluruh aspek dan rangkaian kegiatan produksi Praktek kerja profesi di industri farmasi merupakan salah satu bagian dari Latihan Kerja Profesi pada Program Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Farmasi USU. Dalam pelaksanaan Latihan Kerja Profesi di Industri, Fakultas Farmasi bekerja sama dengan PT. Kimia Farma (Pesero) Tbk. Plant Medan yang berlokasi di Jalan Medan-Tanjung Morawa Km 9 sebagai salah satu industri farmasi di Indonesia.

Skripsi Farmasi Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri Di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFIAU) Drs. Roostyan Effendie, Apt

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Laporan Praktek Kerja Profesi Farmasi Industri Di Lembaga Farmasi Angkatan Udara (LAFIAU) Drs. Roostyan Effendie, Apt. Perubahan konsep pelayanan kesehatan dari mengatasi faktor penyebab penyakit menjadi konsep peningkatan derajat hidup masyarakat, mendorong farmasis untuk mengubah konsep dari product oriented menjadi patient oriented.

Untuk mencapai pelayanan kesehatan yang optimal harus didukung oleh seluruh aspek pelayanan kesehatan baik tenaga kesehatan, sarana kesehatan, pembekalan farmasi, pembiayaan kesehatan, pengolahan, penelitian dan pengembangan kesehatan. Dalam hal ini obat memegang peranan penting, karena itu harus diperhatikan dengan seksama mulai dari aktivitas di industri farmasi yang memproduksi dan mendistribusikan obat-obatan berkualitas tinggi, berkhasiat, aman dalam jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan terjangkau secara ekonomi.

Ketergantungan suatu negara terhadap pemenuhan kebutuhan kesehatan militer sangat berisiko tinggi, terutama karena tersedianya obat-obatan yang didatangkan dari pihak lain. Hal ini semakin tidak menguntungkan bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI) karena tingkat mobilitas dan tuntutan kesigapan yang tinggi dalam menghadapi segala macam kemungkinan yang dapat memperbesar tingkat kebutuhan terhadap obat-obatan. Kemandirian dibidang kesehatan militer merupakan hal yang tidak dapat ditawar lagi dalam suatu negara.

Kualitas kesehatan prajurit dapat dipertahankan pada tingkat kemampuan tertentu untuk menambah kemampuan pertahanan dan perlawanan suatu negara dalam menjaga kedaulatan yang lebih baik. Manfaat lain dari kemandirian kesehatan sektor militer yaitu semakin meningkatnya kemampuan teknologi kesehatan khususnya dibidang produksi obat-obatan.

Skripsi Farmasi Pemeriksaan Zat Warna Rhodamin B Pada Kosmetik Jenis Pemerah Pipi Yang Dijual Di Pusat Pasar Kota Medan

Download Kumpulan Contoh Proposal dan Skripsi Farmasi Lengkap – Pemeriksaan Zat Warna Rhodamin B Pada Kosmetik Jenis Pemerah Pipi Yang Dijual Di Pusat Pasar Kota Medan. Rhodamin B merupakan pewarna yang dipakai untuk industri cat, tekstil, dan kertas. Zat warna ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan merupakan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) serta rhodamin dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Rhodamin B merupakan zat warna sintetis berbentuk serbuk kristal, tidak berbau, berwarna hijau, dalam bentuk larutan berwarna merah terang berpendar (berfluorescensi) . Berdasarkan PERMENKES RI No.376/MENKES/PER/VIII/1990 dan PERMENKES RI No. 445/MENKES/PER/V/1998 tentang zat tertentu yang dinyatakan sebagai bahan berbahaya termasuk rhodamin B yang tidak boleh dipergunakan untuk pemakaian kosmetik jenis lipstik, eye shadow, dan rouge.

Sehubungan dengan hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Jakarta pada tahun 2008, telah ditemukan 27 merk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya diantaranya adalah zat warna rhodamin B yang digunakan sebagai salah satu pewarna termasuk juga pemerah pipi (rouge).

Berdasarkan hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan RI Jakarta tersebut, maka penulis melakukan pemeriksaan zat warna rhodamin B pada sediaan pemerah pipi. Pemeriksaan kualitatif rhodamin B dilakukan dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan fase gerak n-butanol:amonia:etil asetat (55:25:20) yang memberikan hasil positif jika menghasilkan noda berwarna merah muda bila dilihat secara visual dan memberikan fluoresensi kuning bila dilihat di bawah lampu UV 254 nm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pemeriksaan kualitatif enam belas sampel yang dianalisis yaitu Wardah (sampel kode A), Avon (sampel kode B), Cherveen (sampel kode C), Sutsyu (sampel kode D), Chanel (sampel kode E), MAC (sampel kode F), aubeau (sampel kode G), Louvre 1 (sampel kode H), Cosmic (sampel kode I), Sutsyu 2 in 1 (sampel kode J), Silvie Lowrens (sampel kode K), Louvre 2 (sampel kode L), Siellas (sampel kode M), Implora 1 (sampel kode N), Implora 2 (sampel kode O), Aich (sampel kode P), tidak ada yang mengandung Rhodamin B, yang berarti pemerah pipi yang di jual di sekitar Kota Medan sudah aman dari rhodamin B.